Youtube.com

Jumat, 23 Januari 2015

STRUKTRU DAN MANIPULASI DNA

Untitled-2
MAKALAH BIOKIMIA
STRUKTUR DAN MANIPULASI DNA
OLEH:
AHMAD ZAINUL HASAN
NIM 121810401026
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2013
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
DNA merupakan salah satu jenis asam nukleat yang berfungsi sebagi tempat penyimpanan dan penerusan materi genetik dari sel induk ke sel anak. Dari DNA akan diekspresikan beberapa sifat yang diturunkan dari sel induk. Sehingga, ada beberapa struktur DNA yang harus diketahui.
Struktur DNA terdiri dari ada tiga struktur. Struktur tersebut antara lain struktur primer, struktur sekunder, dan struktur tersier.
Manipulasi DNA menyebabkan ekspresi yang berbeda-beda dengan DNA sebelum di manipulasi. Maka dari itu perlu diketahui struktur dan manipulasi DNA.
1.2  Tujuan
1.2.1        Mengetahui struktur DNA yang terdapat pada sel.
1.2.2        Mengetahui manipulasi DNA yang dapat dilakukan.
1.3  Rumusan Masalah
1.3.1        bagaimana struktur DNA yang terdapat pada sel?
1.3.2        Bagaimana manipulasi DNA yang dapat dilakukan?
1.4  Manfaat
1.4.2 Kita dapat mengetahui beberapa macam struktur DNA yang terdapat pada sel.
1.4.3 Kita dapat mengetahui manipulasi yang dapat dilakukan pada DNA.


BAB 2
ISI
2.1 Struktur DNA
1. Struktur primer
            DNA adalah polimer dari monomer nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari satu basa nitrogen berupa senyawa puri dan pirimidin, satu gula pentosa berupa 2’-deoksi-D-ribosa dalam bentuk furanosa, dan satu molekul fosfat.
2. Struktur Sekunder
            Sifat biokimia DNA berfungsi sebagai pembawa materi informasi genetik.
                        Struktur Primer                                               Struktur Sekunder
2        Struktur Tersier
Kebanyakan DNA merupakan molekul lingkar. Konformasi ini terjadi karena kedua untai polinukleotida membentuk struktur tertutup yang tidak berujung. Molekul DNA lingkar tertutup yang diisolasi dari bakteri, virus dan mitokondria seringkali berbentuk superkoil, selain itu DNA dapat berbentuk molekul linier dengan ujung-ujung rantai yang bebas.
                                                      Struktur Tersier (Kusuma,2010).
2. Manipulasi DNA
 DNA rekombinan– teknik yang memungkinkan penggabungan 2 molekul DNA yang berbeda, memperbanyaknya, dan memodifikasinya. Isolasi potongan DNA diluar genomnya dan memperbanyaknya diluar selnya. Komponen yang terlibat: enzim restriksi endonuklease dan DNA ligase.
Langkah dalam Rekayasa Genetika :
1. Isolasi gen target
2. Isolasi DNA plasmid
3. Manipulasi urutan DNA
a. Pemotongan- Enzim Restriksi
b. Penggabungan- DNA ligasi
4. Transformasi ke bakteri
5. Seleksi bakteri rekombinan ( Widyastuti,2012).
Beberapa manipulasi DNA antara lain:
  1. Rekayasa genetika
Teknik DNA rekombinan adalah rekayasa genetika untuk menghasilkan sifat baru dengan cara merekombinasikan gen tertentu dengan DNA genom. Teknik DNA rekombinan merupakan kumpulan bertujuan untuk merekombinasi gen dalam tabung reaksi. Teknik DNA rekombinan meliputi isolasi DNA, teknik memotong DNA, teknik menggbung DNA dan teknik untuk memasukan DNA ke dalam sel hidup.
Teknologi DNA rekombinan atau sering disebut juga rekayasa genetika ini adalah suatu ilmu yang mempelajari pembentukan kombinasi materi genetik yang baru dengan cara penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkannya terjadinya integrasi dan mengalami perbanyakan dalam suatu sel organisme lain yang berperan sebagai sel inang. Manfaat rekayasa genetika ini diantaranya adalah dimungkinkannya melakukan isolasi dan mempelajari fungsi masing-masing gen dan mekanisme kontrolnya. Selain itu, rekayasa genetika juga memungkinkan diperolehnya suatu produk dengan sifat tertentu dalam waktu lebih cepat dan jumlah lebih besar daripada produksi secara konvensional. Sejak jaman dahulu, nenek moyang kita telah mengetahui adanya keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup ini memungkinkan manusia untuk memilih jenis makhluk hidup yang dikehendakinya. Salah satu upaya nenek moyang kita dalam memilih jenis makhluk hidup yang unggul adalah dengan breeding atau mengawinkan beberapa spesies unggul untuk didapatkan keturunan yang unggul pula dan memiliki sifat dari kedua induknya. Dengan semakin berkembangnya ilmu genetika dan ditemukannya gen, maka manusia pun memiliki alternatif lain yang lebih efektif yaitu melalui teknik rekayasa genetika (Genetic Engineering) dengan cara melakukan perubahan langsung pada DNA. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan DNA rekombinan. Teknik DNA rekombinan adalah suatu teknik di dalam rekayasa genetika untuk menghasilkan sifat baru dengan cara merekombinasikan gen tertentu dengan DNA genom.
Teknik DNA rekombinan merupakan kumpulan teknik untuk merekombinasi gen dalam tabung reaksi. Teknik itu diantaranya isolasi DNA, teknik memotong DNA, teknik menggabung DNA dan teknik untuk memasukan DNA ke dalam sel hidup. Setelah DNA rekombinan terbentuk maka dilakukan proses transformasi ke host cell kemudian dilkakukan proses inkubasi sel bakteri tersebut. Setelah dilakukan inkubasi maka sel bakteri dapat kehadiran DNA rekombinannya yaitu melalui uji antibiotik, uji medium seleksi dan seleksi putih biru. Setelah didapatkan bakteri dengan DNA rekombinan maka dilakukan purifikasi untuk mengisolasi gen yang direplikasi (Rifa’i,2010).
  2. Kultur jaringan
 Teknik kultur jaringan merupakan suatu cara alternatif perbanyakan tanaman secara vegetatif yang hasilnya lebih cepat, seragam dan banyak. Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan (in vitro) dilakukan untuk tanaman yang bernilai ekonomi tinggi dan pemenuhan kebutuhan akan bibit tanaman.
Teknik ini memberikan peluang baru dalam proses pembibitan. Bibit yang dihasilkan berasal dari bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan, di mana satu bagian kecil hasil potongan eksplan dapat menghasilkan ribuan benih bibit tanaman dengan proses penggojokan.
3. Teknologi hibridoma
            Teknik hibridoma adalah teknik pembuatan sel yang dihasilkan dari fusi antara sel B limfosit dengan sel kanker. Sifat dari sel hibridoma ini adalah imortal.[1] Proses pembuatan dari sel hibridoma adalah sebagai berikut, pertama-tama dilakukan proses imunisasi dengan menggunakan antigen tertentu. Kemudian dipisahkan sel B-limfosit dari organ limpa, lalu sel ini difusikan dengan sel kanker immortal. Tahapan fusi sel hibridoma ini dilakukan dengan membuat membran sel menjadi lebih permeabel. Sel hibrid hasil fusi inilah yang disebut sebagai sel hibridoma yang merupakan sel imortal yang dapat menghasilkan antibodi. Dalam percobaan yang umum dilakukan, proses pembuatan sel hibridoma dilakukan dengan menggunakan sel mieloma NS-1 dan sel limpa dari mencit (Kohler,1975).


BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
·         Terdapat tiga struktur DNA yaitu Struktur Primer, Struktur Sekunder, Dan Struktur Tersier.
·         Manipulasi DNA dapat dilakukan pada beberapa proses. Seperti Rekayasa genetika, Kultur jaringan, dan Teknologi Hibridoma.
3.2 Saran
            Dalam pembuatan makalah selanjutnya lebih dijelaskan lagi proses dalam manipulasi DNA.


DAFTAR PUSTAKA
Kohler G, Milstein C. 1975. Continuous cultures of fused cells secreting antibody of predefined specificity. Ingris : Nature.
Kusuma, Sri A. F. . 2010. PCR. Bandung: Universitas Padjadjaran.
Rifa’i, Muhaimin. 2010. Genetika Rekombinasi Dan Populasi. Malang: Universitas Brawijaya.
Widyastuti, Utut. 2012. Teknologi DNA Rekombinan. Bogor: IPB.



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar